4 Cara Memperbanyak Asi Ibu Setelah Melahirkan Atau Saat Hamil Dengan Cepat


4 Cara memperbanyak asi ibu setelah melahirkan atau saat hamil dengan cepat. Tips menambah perbanyak selama ketika menyusui perah yang sedikit
Cara Memperbanyak ASI Paling Efektif untuk Bunda

Saat ini, pemberian ASI pada mulai gencar dikampanyekan. Ya, kenyataannya, banyak penelitian menunjukkan bahwa ASI jauh lebih unggul ketimbang susu formula. Untuk itu, penting bagi seorang ibu yang baru melahirkan untuk segera memberikan ASI pada si buah hati.

Penelitian juga menunjukkan bahwa kekurangan ASI dapat menurunkan berat badan bayi dalam beberapa hari pertama setelah lahir. Diketahui, bayi berpotensi kehilangan 5 hingga 7 persen dari berat badan mereka dalam beberapa hari pertama. Hal ini disebabkan karena kinerja tubuh mereka yang mengeluarkan cairan ekstra.

Karenanya, penting bagi Anda yang baru saja melahirkan, untuk menjaga pasokan ASI agar tetap lancar. Lantas, bagaimana ketika ASI yang Anda hasilkan minim dan tidak mampu mencukupi kebutuhan cairan si kecil?

Jika demikian, Anda butuh cara memperbanyak ASI agar tubuh si kecil dapat terjaga kesehatannya. Memantau berat badan bayi adalah hal penting untuk mengetahui apakah pasokan ASI yang diterima cukup atau tidak. Hal ini terutama sangat perlu dilakukan pada hari-hari awal dan minggu.

Bayi yang sehat akan mengalami pertambahan berat badan secara konstan dan rutin. Mereka pun tidak akan mengalami kehilangan berat badan secara tiba-tiba. Jika tidak, Anda perlu mengamati apakah produksi ASI yang dikonsumsi si kecil sudah cukup atau masih kurang.

Jika masih kurang, lakukan saja aneka cara memperbanyak ASI yang diperlukan. Misalnya seperti cara-cara berikut ini:

1. Menjaga asupan makanan ibu

Hal yang utama tentu adalah asupan makanan sang Ibu. Sebagai ibu menyusui, Anda perlu makan dengan baik dan minum cukup cairan. Seorang Ibu hamil dan menyusui perlu seitdaknya minum 6 sampai 8 gelas per hari atau lebih.

Makanan bergizi juga sangat penting untuk menjaga diri Anda dari kelelahan sepanjang waktu. Setidaknya, seorang ibu menyusui perlu minimal 1.800 kalori setiap hari. Kalori ini pun harus didapatkan dari makanan yang bergizi.

2. Berikan ASI dengan kedua payudara

Tahukah Anda, bayi umumnya punya kebiasaan untuk terus mengisap dalam waktu yang lama, meskipun ia sedang malas. Ia mungkin akan mengisap satu payudara saja pada waktu yang lama.

Anda tidak boleh menunggu untuk waktu yang lama ketika bayi mengisap payudara. Cobalah untuk mengalihkan bayi agar mengisap payudara Anda segera setelah bayi mulai mengisap secara lambat. Bahkan, ketika itu baru berlangsung beberapa menit.

Hal ini akan membantu kedua payudara Anda dihisap secara seimbang. Cara ini pun dapat membuat ASI yang diproduksi di kedua sisi payudara jadi lebih lancar dan banyak. Rangsangan yang tepat pada payudara cukup efektif untuk meningkatkan produksinya.

3. Lakukan pijat payudara dengan lembut

Pijat payudara dapat cukup membantu untuk meningkatkan produksi ASI. Pijat payudara dengan lembut saja. Anda pun bisa melakukan kompres payudara. Cara ini tentu cukup sederhana dan mudah dilakukan. Namun, hasilnya terbilang efektif.

Kompres payudara akan membantu untuk memperlancar aliran ASI dari payudara Anda. Otot di sekitar payudara yang rileks cukup membantu untuk meningkatkan produksi ASI.

4. Teknik menyusui harus benar

Teknik menyusui ternyata juga mempengaruhi jumlah produksi ASI Anda. Pastikan Anda menyusui bayi Anda pada posisi yang tepat. Bayi harus menempel secara benar. Apabila putih terlalu jauh dari mulut bayi, si kecil mungkin tidak mampu memampatkan hisapannya secara efektif.

Akhirnya, ASI yang didapat pun tidak maksimal. Hal ini pun dapat mempengaruhi produksi ASI. Dengan teknik yang benar, maka rangsangan payudara akan tersalur secara tepat sehingga produksi ASI bisa lebih meningkat.

This article has 2 comments

  1. Saya sedang hamil 3bulan,kok perut bagian bawah terasa nyeri yah bund?? saya sampai susah bergerak. Mohon solusinya bundaa. Terimakasih.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *